Skip to main content

REKAM JEJAK KARIR MILITER PRABOWO

Prabowo Subianto tidak jarang disebut sebagai seorang jenderal kontroversial. Karier dan sepak terjangnya dibuka selepas ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Magelang pada tahun 1970. Meniti karier di militer sekitar 24 tahun, saat menempati posisi puncak, dia sempat dituduh mengerjakan kudeta sampai memimpin operasi penculikan sembilan aktivis.


Saat ditanya sikapnya andai kelak menjadi presiden, laksana menghadapi oposisi, aktivis yang cerewet, atau media yang telah telanjur bebas, Prabowo membalas sudah dibuktikan. "Komitmen saya menghadapi mereka telah jelas. Kalau mohon jaminan, garansi apa? Saya telah buktikan komitmen saya untuk konstitusi. Saya kira saya satu-satunya yang memperlihatkan diri pada UUD. Kalau Saudara ingat pada 1998, saya 34 batalion. Kalau dari sisi kekuatan fisik, saya yang terkuat di Indonesia. Dan saya sempat dituduh inginkan kudeta, dan saya dibebastugaskan oleh presiden, dan saya ikuti perintah presiden tanpa perlawanan," kata Prabowo ketika bertandang ke kantor Tempo pada 9 Oktober 2013.


Dia melanjutkan bahwa dirinya telah berkomitmen untuk demokrasi. "Ini pemilu ketiga saya ikut. Saya format partai politik, dari nol. Sekarang lawan-lawan survei menuliskan empat besar, tiga besar, terdapat yang menuliskan dua besar. Terhadap oposisi, aktivis, yang dulu saya dirasakan bagian dari rezim Orde Baru, militeristisk, fasis bla bla bla.... Sekarang, aktivis prodemokrasi adanya di Gerindra. Mereka menempati posisi yang menilai."

Inilah karier Prabowo:



1974 Lulus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

1976 Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai unsur dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
1978 Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan guna membunuh pendiri dan Wakil Ketua Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato.

1983 Prabowo diandalkan  sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus).

1995 Komandan Komando Pasukan Khusus.

1996 Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.

1998 Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Saat tersebut menjadi perwira termuda yang meraih pangkat jenderal. Usia 47 tahun, tiga bintang tersemat di pundaknya. Ia pun dituduh mendalangi penculikan sejumlah aktivis.

2004 Politikus Partai Golkar.

2008 Mendirikan Partai Gerindra bareng Muchdi Purwoprandjono.
Partai ini mendapat  4,5 persen suara--26 kursi Dewan.

2009 Mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden.
Berkoalisi dengan PDI Perjuangan berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri

CHETA NILAWATY | TIM TEMPO

Comments

Popular posts from this blog

DON HASMAN SANG FOTOGRAFER PENJELAJAH

Siang itu, Kamis, 19 April 2018, Dungus Forest Park Madiun kedatangan tamu luar biasa spesial: DON HASMAN. Masyarakat awam, utamanya di daerah, mungkin tidak banyak yang tahu siapa Don Hasman. Bahkan Mas Herutomo, yang sedang bergulat menyempurnakan gallery ranting di destinasi wisata hutan itu, hanya terkesima oleh kehadiran pria berusia 78 tahun yang menyalaminya dengan hangat. Don Hasman memang lebih dikenal karya etnofotografinya dibanding wajahnya. Bukan hanya di Indonesia, karya fotografi Don Hasman bahkan dikenal dunia! Maklum, sepanjang usianya, Don Hasman telah mendaki  banyak gunung di dunia, menjelajah suku-suku pedalaman.  Dia adalah orang Indonesia pertama yang mendaki Himalaya. Pada 1978, dia menaklukkan puncak Nuptse (7.861 mdpl). Dua tahun sebelumnya, Don Hasman menaklukkan Kala Patthar (5.644) dalam perjalanan menuju Everest Base Pria kelahiran Cirebon, 7 Oktober 1940, itu memang terkenal sebagai penjelajah. Pada  1986, Oom Don berhasil...

Hotel Tentrem TRADE MARK JAWA HOTEL BINTANG LIMA PILIHAN OBAMA

Perusahaan besar, apalagi hotel bintang lima, lazimnya memilih trade mark yang gagah, elite dan kebarat-baratan. Oleh karena itu, keputusan Irwan Hidayat, Presdir Sido Muncul, untuk menamai hotel bintang lima miliknya sebagai Hotel Tentrem, hemat saya, terbilang "berani" menabrak kelaziman.  Tapi, Mas Irwan yang saya kenal sejak 1992, memang seorang pengusaha visioner dan berpikiran otentik--sehingga sering dibilang "nyleneh". Ketika produk minuman energi pesaingnya gencar menayangkan iklan yang dibintangi olahragawan internasional berhonor miliaran, misalnya, Mas Irwan justru merilis iklan Kuku Bima produk Sido Muncul yang dibintangi Chris John, petinju nasional yang kemudian menjadi juara tinju dunia. Keputusan "nyleneh" Mas Irwan "menabrak" bintang iklan internasional dengan menampilkan bintang iklan nasional, tentu butuh keberanian mengambil risiko. Tak hanya itu, Mas Irwan juga menerima tantangan saya untuk menyandingkan Chr...

Televisi NASIB HIBURAN GRATIS RAKYAT KECIL Harry Tjahjono

Tahun 1989, ketika TV swasta belum ada, saya sudah menulis sinetron untuk TVRI. Tahun 1992, saya mengelola tabloid Bintang Indonesia bersama Yanto Bhokek, Erwin Arnada, Gunawan Wibisono, Ricke Senduk dan kemudian Arswendo Atmowiloto. Saya menggantikan posisi Bujang Pratiko, pemimpin redaksi tabloid televsi, film dan hiburan itu. Ketika itu RCTI baru lahir, disusul TPI. Dan Bintang Indonesia mengisi kekosongan penerbitan pers tentang televisi setelah tabloid Monitor dibredel dan Arswendo dipenjarakan. Monitor dan Arswendo merupakan media dan sastrawan jurnalis yang (pertama kali) secara spesifik, intens dan serius mengulas dan mengkritisi  produk, produser, penyelenggara dan artis pendukung acara televisi. Tidak ada program televisi yang luput dari pengamatan Monitor dan kritik Arswendo. Prestasi stake-holder televisi pun selalu diapresiasi Monitor dan dipujikan Arswendo yang menciptakan dan memopularkan istilah Sinetron, akronim dari Sinema Elektronik. Losmen, Jendel...