Profil dan Biografi Prabowo Subianto. Ia dikenal sebagai pendiri partai Gerindra sekaligus ketua umumnya. Prabowo pun adalahcalon Presiden pada Pilpres tahun 2019. Ia pun diketahui sejumlah kali menjadi kontestan calon Presiden dan Wakil Presiden di sejumlah putaran pemilu presiden semenjak tahun 2004. Prabowo pun dikenal sebagai di antara tokoh kontroversial saat masa era reformasi 1998.
Biodata Prabowo Subianto
Biografi Prabowo Subianto - Profil dan Biodata Lengkap Nama Lengkap : Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Lahir : 17 Oktober 1951, Jakarta
Agama : Islam
Orang Tua : Prof Soemitro Djojohadikusumo (ayah), Dora Marie Sigar (ibu)
Saudara : Hashim Djojohadikusumo, Maryani Djojohadikusumo, Bianti Djiwandono
Istri : Siti Hediati Hariyadi
Anak : Didit Prabowo
Kekayaan : 1.9 Triliun Rupiah (elhkpn.kpk.go.id, 2018)
Biografi Prabowo Subianto
Prabowo Subianto dicetuskan dengan nama menyeluruh Prabowo Subianto Djojohadikusumo ini sudah tidak sedikit pengalaman di sekian banyak bidang laksana Militer, Pengusaha serta Dunia Politik yang ia geluti akhir-akhir ini.
Di Pemilu 2019, ia diangkat oleh Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) guna maju menjadi Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2019 sesudah gagal dalam pemilu 2004, 2009 dan 2014 yang lalu. Banyak Kontroversi yang di alamatkan untuk Prabowo Subianto semasa ia berkarier Militer.
Masa Kecil Prabowo
Prabowo Subianto dicetuskan pada tanggal 17 Oktober 1951, Prabowo adalahanak dari pakar Ekonomi Indonesia pada zaman Soekarno dan Soeharto yakni Prof Soemitro Djojohadikusumo. Ibu Prabowo mempunyai nama Dora Marie Sigar yang berasal dari Manado.
Dilansir dari Tribunnews.com, Prabowo Subianto mengikuti keyakinan ayahnya yaitu Islam, sedangkan adik serta kakaknya mengikuti keyakinan ibunya yang beragama Kristen Protestan dan Katolik.
Dilihat dari silsilah family Prabowo Subianto pun adalah cucu dari Pendiri Bank Indonesia dan pun anggota BPUPKI untuk kebebasan Indonesia yakni Raden Mas Margono Djojohadikusumo.
Dilihat dari Keluarganya Prabowo mempunyai dua orang kakak wanita yang mempunyai nama Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, serta satu orang adik laki-laki yang sekarang menjadi seorang pengusaha handal yang mempunyai nama Hashim Djojohadikusumo.
Prabowo mulai bersekolah di Sekolah Sumbangsih, Jakarta saat usianya lima tahun. Pada tahun 1957 saat pemberontakan PRRI pecah, Ayah Prabowo, Prof Soemitro Djojohadikusumo membawa semua keluarganya tergolong prabowo mengungsi ke Padang menumpang pesawat Dakota DC-3.
Hidup Berpindah-Pindah
Pemerintahan Soekarno kala tersebut mencurigai Prof Soemitro Djojohadikusumo tercebur dalam gerakan penentangan tersebut. Akhirnya Prof Soemitro Djojohadikusumo mengajak semua keluarganya pindah ke Singapura pada tahun 1958.
Prabowo lantas disekolahkan di British Elementary School, Singapura. Namun gejolak politik negara Singapura kala tersebut yang lebih memilih mengawal hubungan baik dengan presiden Soekarno menciptakan Prabowo beserta orang tuanya pindah ke Hongkong pada tahun 1962.
Di Hongkong, Ayahnya mengikutsertakan Prabowo beserta saudaranya di Glenealy Junior School. Ayahnya membuka bisnis konsultan ekonomi disana. Namun Prabowo melulu tinggal dua tahun disana dan pindah ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Masa Remaja
Menurut sejumlah sumber tentang biografi Prabowo Subianto, Di Malaysia, ia bersekolah di Victoria Institute. Namun konfrontasi antara Malaysia dan Indonesia terjadi pada tahun 1963. Prof Soemitro Djojohadikusumo secara terang-terangan membela Indonesia, bangsanya sendiri walaupun kala tersebut ia sering membangkang Presiden Soekarno.
Prabowo dan keluarganya kesudahannya pindah ke Zurich, Swiss. Di negara tersebut, Prabowo bersekolah di American International School dan mulai belajar bahasa Jerman dan Prancis. Namun belum lama disana, Pemerintah Swiss menampik suaka politik dari Prof Soemitro Djojohadikusumo dan keluarganya.
Akhirnya Prof Soemitro Djojohadikusumo menggajak istri dan anak-anaknya tergolong Prabowo Subianto ke Inggris karena pemerintah Inggris mau menyerahkan mereka izin bermukim permanen disana. Prabowo lantas kembali melanjutkan sekolahnya di American International School sampai tahun 1968. Setelah tersebut Prabowo lantas kembali ke Indonesia.
Masuk Sekolah Militer
Pada tahun 1970, Prabowo Subianto muda mengawali kariernya ketika ia mengikutsertakan diri di Akademi Militer Magelang, Ia lantas Lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer, lantas pada tahun 1976, ia ditugaskan sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai unsur dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
Prabowo Subianto lantas menikah dengan Titiek yang adalah anak Presiden Soeharto. Pernikahan Prabowo dengan titiek selesai tidak lama sesudah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.
Dari pernikahannya dengan Titiek, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan kini tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.
Setelah pulang dari Timor Timur, karir militernya Prabowo terus melejit. Pada tahun 1983, Prabowo diandalkan sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus).
Biografi Prabowo Subianto - Profil dan Biodata Lengkap
Prabowo beserta Saudaranya
Setelah menuntaskan pelatihan “Special Forces Officer Course” di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggung jawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.
Jenderal Yang Diselimuti Berbagai Kontroversi
Banyak Kontroversi dan Dugaan pelanggaran HAM yang dilaksanakan oleh Prabowo Subianto ketika ia berkarier di bidang Militer, Pada tahun 1983, kala tersebut masih berpangkat Kapten, Prabowo diperkirakan pernah mencoba mengerjakan upaya penculikan sebanyak petinggi militer, tergolong Jendral LB Moerdani laksana yang dikisahkan oleh Letjen Sintong Panjaitan dalam bukunya ‘Perjalanan Prajurit Para Komando’ terbitan Kompas.
Dikutip dari Merdeka.com, upaya yang dilaksanakan Prabowo ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan yang saat tersebut menjabat sebagai Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri ialah wakil Luhut ketika itu.
Pada tahun 1990-an, Prabowo diperkirakan bersangkutan dengan sejumlah permasalahan pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia diperkirakan menggerakkan pasukan ilegal atau pasukan ‘ninja’ yang melancarkan aksi teror ke penduduk sipil.
Peristiwa ini menciptakan Prabowo hampir baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur ketika itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana menurut keterangan dari Buku Biografi Prabowo yang ditulis oleh Femi Adi Soempeno. Sejumlah lembaga internasional menuntut supaya kasus ini dituntaskan.
Selain tersebut menurut keterangan dari Femi Adi Soempeno, Prabowo pun pernah mengirim pasukan ‘Ilegal’ ke Aceh. Namun, seluruh tuduhan tersebut ditentang oleh Prabowo. Pada akhir tahun 1995, Prabowo diusung sebagai Komandan Jenderal Kopassus (Korps Pasukan Khusus).
Dalang Penculikan Aktivis 1998?
Pada tahun 1997, Prabowo Subianto diperkirakan mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sebanyak aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 13 orang, tergolong seniman ‘Teater Rakyat’ Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan sampai sekarang. Mereka dipercayai sudah meninggal.
Tim Mawar mengakui bahwa diperintahkan oleh Prabowo untuk mengerjakan penculikan untuk sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang.
Banyak sangkaan bahwa Prabowo Subianto mendalangi Kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta.
Dugaan motifnya ialah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto, guna menyerang etnis minoritas, dan guna mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila besok ia dapat memadamkan kerusuhan.
Berniat Kudeta?
Juga pada Mei 1998, menurut pernyataan BJ. Habibie dalam bukunya yang berjudul ‘Detik Detik Menentukan‘ serta pernyataan purnawirawan Sintong Panjaitan, Prabowo mengerjakan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar lokasi tinggal Habibie guna kudeta.
…Keputusan memecat saya ialah sah, Saya tahu, tidak sedikit di antara prajurit saya akan mengerjakan apa yang saya perintahkan. Tetapi saya tidak inginkan mereka mati berusaha demi jabatan saya. Saya hendak menunjukkan bahwa saya menanam kebaikan untuk negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya ialah seorang prajurit yang setia. Setia untuk negara, setia untuk republik – Prabowo Subianto
Karena insubordinasi itu ia dibebastugaskan dari posisinya sebagai Panglima Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie. Masalah utama dari pernyataan Habibie merupakan bahwa sebenarnya, pasukan-pasukan yang menjaga rumahnya ialah atas perintah Wiranto, bukan Prabowo.
Pada briefing komando tanggal 14 Mei 1998, panglima ABRI menunjukkan Kopassus menjaga rumah-rumah presiden dan wakil presiden.
Perintah-perintah ini diperkuat secara tertulis pada tanggal 17 Mei 1998 untuk komandan-komandan senior, tergolong Sjafrie Sjamsoeddin, Pangdam Jaya pada masa-masa itu.
Dalam kitab biografinya, Prabowo yakin ia dapat saja melancarkan kudeta pada hari-hari kerusuhan di bulan Mei itu. Tetapi yang urgen baginya ia tidak melakukannya.
Menjadi Pengusaha Kertas
Dalam Biografi Prabowo Subianto diketahui bahwa sesudah berhenti berkarier dari dunia Militer, Prabowo Subianto lantas memulai peruntungannya menjadi seorang Pengusaha mengekor jejak adiknya yakni Hashim Djojohadikusumo.
Karir Prabowo sebagai pengusaha dibuka dengan melakukan pembelian Perusahaan Kertas yakni Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang bertempat di Mangkajang, Kalimantan Timur.
Perusahaan itu sebelumnya dipunyai oleh Bob Hasan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto. Prabowo Subianto melakukan pembelian Kiani Kertas memakai pinjaman senilai Rp. 1,8 triliun dari Bank Mandiri.
Di samping mengelola Kiani Kertas, yang sekarang menjadi Kertas Nusantara, kumpulan perusahaan Nusantara Group yang dipunyai oleh Prabowo pun menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dipunyai oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.
Kekayaan Prabowo Subianto
Banyak kalangan menilai, Prabowo lumayan sukses dalam berusaha. Pada Pilpres 2009, Prabowo merupakan cawapres terkaya, dengan total asset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta.
Ini tergolong 84 ekor kuda istimewa yang beberapa harganya menjangkau 3 Milyar per ekor serta sebanyak mobil mewah laksana BMW 750Li dan Mercedes Benz E300.
Kekayaan Prabowo ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala tersebut ia melulu melaporkan kekayaan sebesar 10,153 Milyar
Pada Pilpres tahun 2014 lalu, Harta kekayaan Prabowo yang diadukan sebesar 1.6 triliun Rupiah. Dan pada tahun 2018 ini, menurut data Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) yang dilansir dari elhkpn.kpk.go.id, kekayaan Prabowo menjangkau sekitar 1.9 triliun Rupiah.
Terjun ke Dunia Politik
Setelah berhasil menjadi seorang pengusaha, Prabowo Subianto lantas memulai peruntungan kariernya di bidang politik, Berbekal empiris serta reputasinya.
Bakal Calon Presiden 2004
Dalam biografi Prabowo Subianto diketahui bahwa ia sempat mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Meski lolos hingga putaran akhir, kesudahannya Prabowo terdampar di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto.
Calon Wakil Presiden 2009
Kemudian pada tahun 2009, Prabowo Subianto mengawali peruntungannya berubah menjadi Calon Presiden pada pemilu 2009 namun, ia kesudahannya menjadi Calon wakil Presiden menemani Megawati yang maju menjadi Calon Presiden Republik Indonesia.
Kala tersebut Prabowo menegakkan partai mempunyai nama Gerindra (gerakan Indonesia Raya) dan menggunakannya sebagai kendaraan politik. Namun hasil pemilihan umum berbicara lain, Megawati yang berpasangan dengan Prabowo Subianto kalah dengan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang menajdi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Calon Presiden 2014
Di pemilu 2014 Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra mengangkat Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Ia memilih Hatta Rajasa yang berasal dari Partai Amanat Nasional sebagai calon Wakil Presiden menemani Prabowo Subianto.
Ini dengan sokongan dari sejumlah partai yang menjadi koalisi yang dinamakan sebagai Koalisi Merah Putih. Namun, pada pilpres 2014 yang lalu, Prabowo Subianto kalah suara dari lawannya yakni Jokowi dan Jusuf Kalla.
Calon Presiden 2019
Kini Prabowo kembali diangkat sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019. Kali ini ia maju bareng dengan Sandiaga Uno sebagai calon Presiden pada pilpres 2019 mendatang.
Itulah sedikit tulisan ringkas tentang profil dan biografi prabowo subianto semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.
Biodata Prabowo Subianto
Biografi Prabowo Subianto - Profil dan Biodata Lengkap Nama Lengkap : Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Lahir : 17 Oktober 1951, Jakarta
Agama : Islam
Orang Tua : Prof Soemitro Djojohadikusumo (ayah), Dora Marie Sigar (ibu)
Saudara : Hashim Djojohadikusumo, Maryani Djojohadikusumo, Bianti Djiwandono
Istri : Siti Hediati Hariyadi
Anak : Didit Prabowo
Kekayaan : 1.9 Triliun Rupiah (elhkpn.kpk.go.id, 2018)
Biografi Prabowo Subianto
Prabowo Subianto dicetuskan dengan nama menyeluruh Prabowo Subianto Djojohadikusumo ini sudah tidak sedikit pengalaman di sekian banyak bidang laksana Militer, Pengusaha serta Dunia Politik yang ia geluti akhir-akhir ini.
Di Pemilu 2019, ia diangkat oleh Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) guna maju menjadi Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2019 sesudah gagal dalam pemilu 2004, 2009 dan 2014 yang lalu. Banyak Kontroversi yang di alamatkan untuk Prabowo Subianto semasa ia berkarier Militer.
Masa Kecil Prabowo
Prabowo Subianto dicetuskan pada tanggal 17 Oktober 1951, Prabowo adalahanak dari pakar Ekonomi Indonesia pada zaman Soekarno dan Soeharto yakni Prof Soemitro Djojohadikusumo. Ibu Prabowo mempunyai nama Dora Marie Sigar yang berasal dari Manado.
Dilansir dari Tribunnews.com, Prabowo Subianto mengikuti keyakinan ayahnya yaitu Islam, sedangkan adik serta kakaknya mengikuti keyakinan ibunya yang beragama Kristen Protestan dan Katolik.
Dilihat dari silsilah family Prabowo Subianto pun adalah cucu dari Pendiri Bank Indonesia dan pun anggota BPUPKI untuk kebebasan Indonesia yakni Raden Mas Margono Djojohadikusumo.
Dilihat dari Keluarganya Prabowo mempunyai dua orang kakak wanita yang mempunyai nama Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, serta satu orang adik laki-laki yang sekarang menjadi seorang pengusaha handal yang mempunyai nama Hashim Djojohadikusumo.
Prabowo mulai bersekolah di Sekolah Sumbangsih, Jakarta saat usianya lima tahun. Pada tahun 1957 saat pemberontakan PRRI pecah, Ayah Prabowo, Prof Soemitro Djojohadikusumo membawa semua keluarganya tergolong prabowo mengungsi ke Padang menumpang pesawat Dakota DC-3.
Hidup Berpindah-Pindah
Pemerintahan Soekarno kala tersebut mencurigai Prof Soemitro Djojohadikusumo tercebur dalam gerakan penentangan tersebut. Akhirnya Prof Soemitro Djojohadikusumo mengajak semua keluarganya pindah ke Singapura pada tahun 1958.
Prabowo lantas disekolahkan di British Elementary School, Singapura. Namun gejolak politik negara Singapura kala tersebut yang lebih memilih mengawal hubungan baik dengan presiden Soekarno menciptakan Prabowo beserta orang tuanya pindah ke Hongkong pada tahun 1962.
Di Hongkong, Ayahnya mengikutsertakan Prabowo beserta saudaranya di Glenealy Junior School. Ayahnya membuka bisnis konsultan ekonomi disana. Namun Prabowo melulu tinggal dua tahun disana dan pindah ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Masa Remaja
Menurut sejumlah sumber tentang biografi Prabowo Subianto, Di Malaysia, ia bersekolah di Victoria Institute. Namun konfrontasi antara Malaysia dan Indonesia terjadi pada tahun 1963. Prof Soemitro Djojohadikusumo secara terang-terangan membela Indonesia, bangsanya sendiri walaupun kala tersebut ia sering membangkang Presiden Soekarno.
Prabowo dan keluarganya kesudahannya pindah ke Zurich, Swiss. Di negara tersebut, Prabowo bersekolah di American International School dan mulai belajar bahasa Jerman dan Prancis. Namun belum lama disana, Pemerintah Swiss menampik suaka politik dari Prof Soemitro Djojohadikusumo dan keluarganya.
Akhirnya Prof Soemitro Djojohadikusumo menggajak istri dan anak-anaknya tergolong Prabowo Subianto ke Inggris karena pemerintah Inggris mau menyerahkan mereka izin bermukim permanen disana. Prabowo lantas kembali melanjutkan sekolahnya di American International School sampai tahun 1968. Setelah tersebut Prabowo lantas kembali ke Indonesia.
Masuk Sekolah Militer
Pada tahun 1970, Prabowo Subianto muda mengawali kariernya ketika ia mengikutsertakan diri di Akademi Militer Magelang, Ia lantas Lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer, lantas pada tahun 1976, ia ditugaskan sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai unsur dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
Prabowo Subianto lantas menikah dengan Titiek yang adalah anak Presiden Soeharto. Pernikahan Prabowo dengan titiek selesai tidak lama sesudah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.
Dari pernikahannya dengan Titiek, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan kini tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.
Setelah pulang dari Timor Timur, karir militernya Prabowo terus melejit. Pada tahun 1983, Prabowo diandalkan sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus).
Biografi Prabowo Subianto - Profil dan Biodata Lengkap
Prabowo beserta Saudaranya
Setelah menuntaskan pelatihan “Special Forces Officer Course” di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggung jawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.
Jenderal Yang Diselimuti Berbagai Kontroversi
Banyak Kontroversi dan Dugaan pelanggaran HAM yang dilaksanakan oleh Prabowo Subianto ketika ia berkarier di bidang Militer, Pada tahun 1983, kala tersebut masih berpangkat Kapten, Prabowo diperkirakan pernah mencoba mengerjakan upaya penculikan sebanyak petinggi militer, tergolong Jendral LB Moerdani laksana yang dikisahkan oleh Letjen Sintong Panjaitan dalam bukunya ‘Perjalanan Prajurit Para Komando’ terbitan Kompas.
Dikutip dari Merdeka.com, upaya yang dilaksanakan Prabowo ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan yang saat tersebut menjabat sebagai Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri ialah wakil Luhut ketika itu.
Pada tahun 1990-an, Prabowo diperkirakan bersangkutan dengan sejumlah permasalahan pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia diperkirakan menggerakkan pasukan ilegal atau pasukan ‘ninja’ yang melancarkan aksi teror ke penduduk sipil.
Peristiwa ini menciptakan Prabowo hampir baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur ketika itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana menurut keterangan dari Buku Biografi Prabowo yang ditulis oleh Femi Adi Soempeno. Sejumlah lembaga internasional menuntut supaya kasus ini dituntaskan.
Selain tersebut menurut keterangan dari Femi Adi Soempeno, Prabowo pun pernah mengirim pasukan ‘Ilegal’ ke Aceh. Namun, seluruh tuduhan tersebut ditentang oleh Prabowo. Pada akhir tahun 1995, Prabowo diusung sebagai Komandan Jenderal Kopassus (Korps Pasukan Khusus).
Dalang Penculikan Aktivis 1998?
Pada tahun 1997, Prabowo Subianto diperkirakan mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sebanyak aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 13 orang, tergolong seniman ‘Teater Rakyat’ Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan sampai sekarang. Mereka dipercayai sudah meninggal.
Tim Mawar mengakui bahwa diperintahkan oleh Prabowo untuk mengerjakan penculikan untuk sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang.
Banyak sangkaan bahwa Prabowo Subianto mendalangi Kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta.
Dugaan motifnya ialah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto, guna menyerang etnis minoritas, dan guna mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila besok ia dapat memadamkan kerusuhan.
Berniat Kudeta?
Juga pada Mei 1998, menurut pernyataan BJ. Habibie dalam bukunya yang berjudul ‘Detik Detik Menentukan‘ serta pernyataan purnawirawan Sintong Panjaitan, Prabowo mengerjakan insubordinasi dan berupaya menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar lokasi tinggal Habibie guna kudeta.
…Keputusan memecat saya ialah sah, Saya tahu, tidak sedikit di antara prajurit saya akan mengerjakan apa yang saya perintahkan. Tetapi saya tidak inginkan mereka mati berusaha demi jabatan saya. Saya hendak menunjukkan bahwa saya menanam kebaikan untuk negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya ialah seorang prajurit yang setia. Setia untuk negara, setia untuk republik – Prabowo Subianto
Karena insubordinasi itu ia dibebastugaskan dari posisinya sebagai Panglima Kostrad oleh Wiranto atas instruksi Habibie. Masalah utama dari pernyataan Habibie merupakan bahwa sebenarnya, pasukan-pasukan yang menjaga rumahnya ialah atas perintah Wiranto, bukan Prabowo.
Pada briefing komando tanggal 14 Mei 1998, panglima ABRI menunjukkan Kopassus menjaga rumah-rumah presiden dan wakil presiden.
Perintah-perintah ini diperkuat secara tertulis pada tanggal 17 Mei 1998 untuk komandan-komandan senior, tergolong Sjafrie Sjamsoeddin, Pangdam Jaya pada masa-masa itu.
Dalam kitab biografinya, Prabowo yakin ia dapat saja melancarkan kudeta pada hari-hari kerusuhan di bulan Mei itu. Tetapi yang urgen baginya ia tidak melakukannya.
Menjadi Pengusaha Kertas
Dalam Biografi Prabowo Subianto diketahui bahwa sesudah berhenti berkarier dari dunia Militer, Prabowo Subianto lantas memulai peruntungannya menjadi seorang Pengusaha mengekor jejak adiknya yakni Hashim Djojohadikusumo.
Karir Prabowo sebagai pengusaha dibuka dengan melakukan pembelian Perusahaan Kertas yakni Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang bertempat di Mangkajang, Kalimantan Timur.
Perusahaan itu sebelumnya dipunyai oleh Bob Hasan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto. Prabowo Subianto melakukan pembelian Kiani Kertas memakai pinjaman senilai Rp. 1,8 triliun dari Bank Mandiri.
Di samping mengelola Kiani Kertas, yang sekarang menjadi Kertas Nusantara, kumpulan perusahaan Nusantara Group yang dipunyai oleh Prabowo pun menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dipunyai oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.
Kekayaan Prabowo Subianto
Banyak kalangan menilai, Prabowo lumayan sukses dalam berusaha. Pada Pilpres 2009, Prabowo merupakan cawapres terkaya, dengan total asset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta.
Ini tergolong 84 ekor kuda istimewa yang beberapa harganya menjangkau 3 Milyar per ekor serta sebanyak mobil mewah laksana BMW 750Li dan Mercedes Benz E300.
Kekayaan Prabowo ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala tersebut ia melulu melaporkan kekayaan sebesar 10,153 Milyar
Pada Pilpres tahun 2014 lalu, Harta kekayaan Prabowo yang diadukan sebesar 1.6 triliun Rupiah. Dan pada tahun 2018 ini, menurut data Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) yang dilansir dari elhkpn.kpk.go.id, kekayaan Prabowo menjangkau sekitar 1.9 triliun Rupiah.
Terjun ke Dunia Politik
Setelah berhasil menjadi seorang pengusaha, Prabowo Subianto lantas memulai peruntungan kariernya di bidang politik, Berbekal empiris serta reputasinya.
Bakal Calon Presiden 2004
Dalam biografi Prabowo Subianto diketahui bahwa ia sempat mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Meski lolos hingga putaran akhir, kesudahannya Prabowo terdampar di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto.
Calon Wakil Presiden 2009
Kemudian pada tahun 2009, Prabowo Subianto mengawali peruntungannya berubah menjadi Calon Presiden pada pemilu 2009 namun, ia kesudahannya menjadi Calon wakil Presiden menemani Megawati yang maju menjadi Calon Presiden Republik Indonesia.
Kala tersebut Prabowo menegakkan partai mempunyai nama Gerindra (gerakan Indonesia Raya) dan menggunakannya sebagai kendaraan politik. Namun hasil pemilihan umum berbicara lain, Megawati yang berpasangan dengan Prabowo Subianto kalah dengan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang menajdi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Calon Presiden 2014
Di pemilu 2014 Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra mengangkat Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Ia memilih Hatta Rajasa yang berasal dari Partai Amanat Nasional sebagai calon Wakil Presiden menemani Prabowo Subianto.
Ini dengan sokongan dari sejumlah partai yang menjadi koalisi yang dinamakan sebagai Koalisi Merah Putih. Namun, pada pilpres 2014 yang lalu, Prabowo Subianto kalah suara dari lawannya yakni Jokowi dan Jusuf Kalla.
Calon Presiden 2019
Kini Prabowo kembali diangkat sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019. Kali ini ia maju bareng dengan Sandiaga Uno sebagai calon Presiden pada pilpres 2019 mendatang.
Itulah sedikit tulisan ringkas tentang profil dan biografi prabowo subianto semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Comments
Post a Comment